Assalamu’alaikum Wr.Wb
Selamat aktifitas remaja masa kali ini.
Sudah makan hari ini ? sudah mandi ? sudah menangiskah ?
Mathematics Education. Disebut juga
dengan pendidikan matematika. Prodiku di kampus coy. Sekarang kan udah jadi
mahasiswa, bukan siswa lagi. Punya almamater. Warna orange lagi. Gokil.
Universitas Ahmad Dahlan. Yes right.
Langsung aja. Kalok ketemu temen lama “temen
TK, temen SD, temen SMP, temen SMA, temene ibuk, temene bapak, temene adek,
temene sodara, temene temen, temen yang kadang kadang demen, yaaa semua temen
lah yang tidak dapat disebutkan satu persatu.” Hehehehe pasti yang ditanya
selalu “sekarang udah kelas berapa?” du...h ini udah
mahasiswa hlo, kelas berapa nanyaknya. Udah kuliah ini om, tante, pakdhe,
budhe, pak, buk, mbah, uti, kakung, coy, bray, mbak, mas, kakak. Kuliah ini di
Universitas Ahmad Dahlan prodinya Pendidikan Matematika.
Na...h lo, kalok udah ana jawab gitu dan
kemudian jeng jeng. Situ menjawabnya pasti ada kata “wah, matematika” whats
wrong with mathematics? Itu kalok matematika bisa ngomong, dia pasti bilang “apa?
Kamu bilang wah, matematika? Ilmuwan matematika yang memberi nama aku yang
disalahkan? Kalian tau nggak sih ? aku selalu disalahkan. Sakitnya tu disini.”
Orang berpendapat kalok seseorang yg
ambil prodi matematika apalagi pendidikan matematika itu adalah orang orang
yang cerdas dan ada salah seorang guruku SMA “guru bahasa inggris” yang beliau
mengatakan padaku gini “Melly, kamu ini satu-satunya orang yg pernah aku temui,
dimana nilai matematika kamu bagus tp nilai Bahasa Inggris kamu kacau. Teorinya,
orang yg pandai matematika pasti pandai bahasa inggris” dalam hati aku jawab “ya
elah buk, jangankan Bahasa Inggris....ya elah...bahasa indonesia aja aku masih
kacau.”
Kalian tau nggak sih kalok sebenenya
matematika itu ada hubungannya dengan kehidupan sehrari-hari? Tapi ada juga
yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Ini contohnya yang nggak
berhubungan.
Ingatkah materi mengena aljabar yang ada
koefisien, variabel. Haha
Gini guys, kalian nggak mungkin pakek
materi ini dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya kalian lapar, kebetulan ada
siomay lewat. Na...h nggak mungkin kan kalian bilang “bang, kalo beli siomay
2000 dapet 3, 4000 dapet 7, berarti kalok aku beli 5 bayarnya berapa bang?” nggak
mungkin kan si abangnya jawab “bentar ya dek, aabang itung dulu.” Itu kalok
orang jawa yang beli untung alhamdulillah kalok masih sabar, kalok orang yang
nggak sabar passti itu bilang “ah,, abang ini kelamaan, nggak jadi dah bang”
kan kasian abangnya. Udah ngitung ngitung susah susah. Malah nggak jadi beli.
Orang tua selalu beranggapan anak anak
yang pintar adalah anak anak yang pandai matematika. Kalok nggak bisa
matematika berati dia tak pandai. Padahal anak anak beroendaoat bahwa
mathematics is very difficult. Sebenernya matematika itu sederhana. Sesederhana
aku menyayangimu. Hahaha “intermeso aja”
Asalkan dari awal kita ngerti konsep dan
matematika itu hanya main logika aja sebenernya. Mathematics is very easy and
lets have fun. Noting imposible. I believe, kalian jg tau kalok matematika itu
tidak sesusah melupakan mantan yang putus tapi masih sayang. Aa......cciiyyyeeee..........
So, dari sini aku mengajak kalian untuk
tidak membenci matematika karena cinta itu awalnya tumbuh dari benci. Sekian dari
saya. Melly Ristyana.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
.jpg)

.jpg)
