Sabtu, 27 Desember 2014

Terobsesi menjadi komika



Assalamu’alaikum Wr.Wb
Selamat aktifitas remaja masa kali ini. Sudah makan hari ini ? sudah mandi ? sudah menangiskah ?

Mathematics Education. Disebut juga dengan pendidikan matematika. Prodiku di kampus coy. Sekarang kan udah jadi mahasiswa, bukan siswa lagi. Punya almamater. Warna orange lagi. Gokil. Universitas Ahmad Dahlan. Yes right.
Langsung aja. Kalok ketemu temen lama “temen TK, temen SD, temen SMP, temen SMA, temene ibuk, temene bapak, temene adek, temene sodara, temene temen, temen yang kadang kadang demen, yaaa semua temen lah yang tidak dapat disebutkan satu persatu.” Hehehehe pasti yang ditanya selalu “sekarang udah kelas berapa?” du...h ini udah mahasiswa hlo, kelas berapa nanyaknya. Udah kuliah ini om, tante, pakdhe, budhe, pak, buk, mbah, uti, kakung, coy, bray, mbak, mas, kakak. Kuliah ini di Universitas Ahmad Dahlan prodinya Pendidikan Matematika.

Na...h lo, kalok udah ana jawab gitu dan kemudian jeng jeng. Situ menjawabnya pasti ada kata “wah, matematika” whats wrong with mathematics? Itu kalok matematika bisa ngomong, dia pasti bilang “apa? Kamu bilang wah, matematika? Ilmuwan matematika yang memberi nama aku yang disalahkan? Kalian tau nggak sih ? aku selalu disalahkan. Sakitnya tu disini.”

Orang berpendapat kalok seseorang yg ambil prodi matematika apalagi pendidikan matematika itu adalah orang orang yang cerdas dan ada salah seorang guruku SMA “guru bahasa inggris” yang beliau mengatakan padaku gini “Melly, kamu ini satu-satunya orang yg pernah aku temui, dimana nilai matematika kamu bagus tp nilai Bahasa Inggris kamu kacau. Teorinya, orang yg pandai matematika pasti pandai bahasa inggris” dalam hati aku jawab “ya elah buk, jangankan Bahasa Inggris....ya elah...bahasa indonesia aja aku masih kacau.”
Kalian tau nggak sih kalok sebenenya matematika itu ada hubungannya dengan kehidupan sehrari-hari? Tapi ada juga yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Ini contohnya yang nggak berhubungan.
Ingatkah materi mengena aljabar yang ada koefisien, variabel. Haha
Gini guys, kalian nggak mungkin pakek materi ini dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya kalian lapar, kebetulan ada siomay lewat. Na...h nggak mungkin kan kalian bilang “bang, kalo beli siomay 2000 dapet 3, 4000 dapet 7, berarti kalok aku beli 5 bayarnya berapa bang?” nggak mungkin kan si abangnya jawab “bentar ya dek, aabang itung dulu.” Itu kalok orang jawa yang beli untung alhamdulillah kalok masih sabar, kalok orang yang nggak sabar passti itu bilang “ah,, abang ini kelamaan, nggak jadi dah bang” kan kasian abangnya. Udah ngitung ngitung susah susah. Malah nggak jadi beli.
Orang tua selalu beranggapan anak anak yang pintar adalah anak anak yang pandai matematika. Kalok nggak bisa matematika berati dia tak pandai. Padahal anak anak beroendaoat bahwa mathematics is very difficult. Sebenernya matematika itu sederhana. Sesederhana aku menyayangimu. Hahaha “intermeso aja”
Asalkan dari awal kita ngerti konsep dan matematika itu hanya main logika aja sebenernya. Mathematics is very easy and lets have fun. Noting imposible. I believe, kalian jg tau kalok matematika itu tidak sesusah melupakan mantan yang putus tapi masih sayang. Aa......cciiyyyeeee..........
So, dari sini aku mengajak kalian untuk tidak membenci matematika karena cinta itu awalnya tumbuh dari benci. Sekian dari saya. Melly Ristyana.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb